Bercanda dan Bermain dengan Anak Menurut Tuntunan Islam

Bercanda dan Bermain dengan Anak Menurut Tuntunan Islam – Bercanda dan bermain-main dengan anak-anak memiliki banyak manfaat. Diantaranya menumbuhkan rasa kasih sayang, mendatangkan kebahagiaan, dan menanamkan adab yang baik kepada anak.

Adalah benar bahwa Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam dahulu pernah bercanda dengan anak-anak kecil, demikian juga riwayat menyebutkan yang dilakukan oleh para sahabat.

Anak-anak muslim harus tumbuh menjadi pribadi yang ramah, berwajah cerah, murah senyum dan memiliki empati yang tinggi. Dan semua ini adalah buah dari asupan canda dan permainan yang cukup saat mereka tumbuh.

Namun yang harus diingat, canda dan permainan dalam kehidupan itu ibarat bumbu bagi masakan. Ada ukurannya. Ia tidak boleh kurang apalagi dihilangkan, namun jangan sampai berlebihan, hingga kebablasan.

Anak yang kering dari canda dan permainan akan terganggu sebagian fitrahnya. Namun jika terlalu berlebihan, juga akan membahayakan.

Tidak focus, suka membully teman dan menghina orang lain, lemah karakternya, susah diberi nasehat, rusak bahasa komunikasinya, adalah diantara efek terlalu banyaknya bercanda dan bermain-main.

Menjadikan kekurangan fisik sebagai bahan candaan, menertawakan kesalahan, mengejek orang lain, tema canda yang terlalu dewasa adalah diantara bentuk canda yang sudah masuk kategori berlebihan.

Menuruti membeli segala permainan yang diinginkan anak, memberikan semua hal menjadi bahan permainan, membiarkan mereka bermain di semua tempat, adalah contoh bermain yang sudah berlebihan.

Sejak dini anak harus disadarkan bahwa tidak semua keinginannya harus diperturutkan. Jika ia minta dua permainan misalnya, ajari ia untuk memilih salah satunya saja.

Anak-anak juga harus dipahamkan tidak semua barang bisa menjadi alat permainan. Berikan teguran jika mereka mengambil barang ayah bundanya, terlebih benda berbahaya seperti pisau dan alat elektronik.

Demikian juga mereka harus diajarkan bahwa tidak semua tempat bisa dijadikan arena bermain.

Berikan pemahaman sesuai usianya ketika mereka menjadikan rumah orang lain saat bertamu seperti rumahnya sendiri. Terlebih lagi saat di rumah Allah.

Membimbing dan mengajarkan adab kepada anak caranya adalah dengan terus menyampaikannya secara berulang. Lagi, lagi dan lagi ulangi lagi.

Insyaallah berkah kesungguhan dan diiringi do’a yang tulus, akan memberikan bekas yang baik bagi jiwa-jiwa mereka yang masih suci.

Semoga bermanfaat.

Sumber: Ahmad Syahrin Thoriq

5/5 - (18 votes)